Apr 10, 2012 - Article    No Comments

Belajar Bahasa Indonesia dan Teknik Penulisan Ilmiah (Kevariasian)

Kali ini kita akan membahas tentang Variasi Kalimat. Sudah kayak motor aja ya pake variasi. Hehe. Nah, variasi kalimat ini disebut juga parafrasa. Penulis harus berusaha menghindarkan pembaca dari keletihan dan kebosanan. Contoh mudahnya adalah cara penulisan dalam novel yang seru sehingga kita tidak jenuh ketika membacanya. Namun, ada sedikit perbedaan dalam penulisan ilmiah. Simak terus yuk.

Berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat variasi kalimat.

1. Kalimat aktif menjadi kalimat pasif

Obyek kalimat aktif menjadi subyek pada kalimat pasif dan subyek pada kalimat aktif menjadi pelengkap pada kalimat pasif. Predikat diisi oleh verba berawalan (me N-). Pelengkap pada kalimat pasif menjadi subyek pada kalimat aktif, dan subyek menjadi Obyek. Predikat diisi oleh verba berawalan (di-). Contoh : Sekretaris itu mengambilkan atasannya air minum. Menjadi –> Atasannya diambilkan air minum oleh sekretaris itu.

2. Stilistika

Stilistika yaitu Predikat dan Obyek pada kalimat aktif menjadi Subyek pada kalimat pasif. Contoh : Rudi membahas hasil penelitian tersebut pada seminar itu. Menjadi –> Pembahasan hasil penelitian itu disajikan Rudi pada seminar itu.

3. Elips atau Pelesapan

Pelesapan dilakukan pada bagian tertentu dalam suatu kalimat atau bagian itu diganti dengan bentuk yang lebih pendek tanpa mengubah makna kalimat. Contoh : Pengamatan terhadap teroris dilakukan selama dua bulan. Menjadi –> Kegiatan itu dilakukan selama dua bulan.

4. Penggabungan

Ide yang berkaitan erat dapat dinyatakan dalam kalimat majemuk. Contoh : Penyeleksian data dilakukan pada bulan pertama. Pengolahan data dilakukan pada bulan berikutnya. Penyeleksian dan pengolahan data dilakukan berturut-turut pada bulan pertama dan berikutnya.

5. Permutasian

Permutasian yaitu mengedepankan fungsi-fungsi sintaktis tertentu tanpa mengubah makna kalimat. Fungsi sintaktis adalah unsur-unsur dalam kalimat yang menempati fungsi SPOPelK.
Contoh kalimat tunggal pasif dengan empat faktorial : Penelitian tentang ikan dilaksanakan di daerah Pandeglang selama tiga bulan. (SPK1K2)

Bagaimana dengan kalimat tunggal aktif? Unsur Obyek tidak boleh dipisahkan dari unsur Predikat, sehingga P dan O dianggap satu
faktorial. Contoh : Nelayan itu menjala ikan di sungai. Variasinya adalah : Nelayan itu di sungai menjala ikan. Menjala ikan nelayan itu di sungai. Menjala ikan di sungai nelayan itu. Di sungai nelayan itu menjala ikan. Di sungai, menjala ikan nelayan itu.

Semakin banyak unsur faktorial pada suatu kalimat (mis. dalam kalimat majemuk), makin banyak jumlah variasi kalimat.

6. Sinonim

Sinonim yaitu mengganti kata atau istilah tertentu dengan kata atau istilah lain yang mempunyai makna sama. Contoh :
- Hasil penelitian itu belum dapat dirasakan faedahnya oleh masyarakat.
- Hasil penelitian itu belum dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

7. Ekuatif

Variasi Ekuatif dilakukan dengan cara mengubah status Predikat dan Obyek menjadi Subyek dengan menambah kata adalah. Contoh :
- Kondisi perekonomian sekarang menyebabkan banyak karyawan yang di-PHK.
- Penyebab banyaknya karyawan yang di-PHK adalah kondisi perekonomian sekarang.

8. Meletakkan kata modal

Kata modal untuk menyatakan kepastian: pasti, pernah, tentu, dst. Contoh : Pernah ia mengatakan pada saya tentang hal itu.

Kata modal untuk menyatakan keragu-raguan: barangkali, kira-kira, tampaknya, rasanya, mungkin, dst. Contoh : Sebenarnya Adi bukan anak yang bodoh.

9. Menggunakan Frasa

Contohnya : Menurut para ahli bedah, sulit untuk menentukan diagnosa jika keluhan hanya berupa sakit perut.

Gimana? Makin paham kan? Simak terus materi berikutnya ya.

Got anything to say? Go ahead and leave a comment!